Sabtu, 15 Oktober 2016

Belajar Bisnis Online

Kalau mau sukses dalam bisnis online, ya harus mau belajar dalam semangat tinggi. Memiliki passion untuk belajar hal-hal yang diperlukan dalam menjalankan bisnis tersebut.

Itu intinya ...

Mengapa harus diungkapkan demikian? Sebab yang terbanyak adalah orang hanya memahami "banyak orang sukses dalam bisnis online" dan "banyak pula orang yang gagal dalam bisnis online". Itu saja. Tidak mau menggali lebih dalam lagi mengapa orang gagal, mengapa pula orang bisa sukses.

Kisah nyata ...

Saya punya banyak teman yang datang ke rumah. Sebelum mereka datang, mereka berbekal informasi, ada banyak temen2nya yg kini sukses menjalankan bisnis online. Karena saya juga menjalankan bisnis online dan sudah bertahan hingga lima tahun belakangan ini, maka dia mulai meletakkan kepercayaannya dengan mencoba bertanya2 kepada saya bagaimana cara berbisnis online agar sukses.

Mulailah dia bertanya satu per satu. Saya pun mencoba menjawabnya satu per satu. Namun sepertinya komunikasinya tidak terlalu lancar. Dia mulai menggunakan preferensi nya sendiri tentang bisnis online. Dia kira2 dan mengarang sendiri. Jadi harus begini ya, harus begitu ya, sebaiknya begini dan begitu .... itu yang menjadi opininya.

Apa akibatnya? Dia pulang tanpa memiliki sudut pandang baru dari orang yang dia percaya tentang bisnis online. Dia pulang pun membawa sudut pandangnya sendiri, yang dia karang2 sendiri saat mendengar penjelasan: Iya memang bisnis online itu gampang, kataku ... lalu dia nyerocos dan mulai membangun ide dalam pikirannya sendiri.

Ide dasarnya tidak ditangkap. Yang dia tangkap masih seputar kira2nya sendiri.

Oh harus membuat website ya? Kenapa tidak Facebook saja? Instagram saja. Yes yes sahut saya, tapi dengarkan dulu. Dia sudah menutup penjelasan dasar logis. Dia menggunakan perkiraannya sendiri.

Apa yang terjadi?

Dua minggu kemudian dia datang lagi, dengan ide baru.

Satu bulan lagi dia datang lagi, masih juga dengan cara berkomunikasi dan ide yang lama.

Enam bulan lagi, masih seperti demikian

Satu tahun lagi, dua tahun lagi dan seterusnya.

Inilah contoh pola komunikasi seorang pembelajar yang buruk. Mau menangnya sendiri. Ngomong berniat mau belajar, tapi tidak mau mendengarkan dasar2 nya. Akibatnya, tidak ada pembelajaran yang maksimal. No action. Semuanya hanya di awang2 saja.

Pembaca yang budiman ...kalau mau belajar sesuatu seperti bisnis online, dan Anda merasa memang betul2 tidak tahu banyak ttg hal tersebut, cobalah pertama2 untuk diam dan mendengarkan.

Namun bila sang mentor yang akan mengajari Anda dinilai terlalu banyak berputar2 dan menunjukkan ketidakpahamannya, cobalah cari mentor lain yang lebih bisa mengajari.

Mereka yang banyak ilmu, tidak selalu bisa mengajari dengan baik. Yang ideal, carilah yg banyak ilmu dan bisa mengajari.

Trimakasih

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon